Ada seseorang terheran-heran dg pertanyaan yang selalu saya jawab dg “dalam madzhab ini…”, “dalam madzhab yang lain………”. kenapa tidak langsung ambilkan dari al-qur’an dan sunah saja ? betul…qur’an dan sunah adalah dalil utama..tapi yang jadi persoalan, sudah mampukah kita menafsiri qur’an sunah tanpa melihat pendapat ulama ? saya pribadi tidak mampu untuk mentarjih atau mengambil dan mengeluarkan suatu hukum dalam suatu hadis. itulah alasan saya selalu mengutip pendapat para imam madzhab yang sudah masyhur akan keilmuannya.
karena dalam satu ayat/hadis saja, kita bisa mengambil paling tidak tiga hukum dari hadis itu. Oleh karena itu, ulama-ulama besar sekalipun, mereka masih menyandang gelar kemadzhaban mereka. seperti ibnu qudamah ( madzhab hanbali ), imam nawawi ( madzhab syafi’i ), imam suyuthi ( madzhab syafi’i ), syekh bakhit muthi’i ( madzhab hanafi ), imam ibnu hajar al’asqalani ( madzhab syafi’i ) dan masih beribu-ribu ulama dg gelar madzhab mereka walaupun sudah pada tingkatan mujtahid ( fi al-madzhab ) sekalipun.
saya melihat, justru orang yang menolak madzhab menunjukkan akan keawaman mereka dalam ilmu agama. apakah mereka kira imam syafi’i bodoh akan ilmu hadis ? bodoh akan ilmu tafsir ? apakah mereka melihat imam nawawi - pengarang kitab majmu’ ( madzhab syafi’i ) yang didalamnya memuat beribu-ribu perkataan ulama ( seperti sudah diluar kepala ) bahkan sampai mentarjih - bodoh akan makna ayat/hadis ? apakah mereka melihat ibnu hajar pengarang syarah shahih bukhari yang digelari Al-hafidz ( orang yang hafal seratus ribu hadis ) dan digelari amirulmu’minin fi al-hadis tidak tahu akan derajat hadis ? Lebih pantas mana untuk mengaku tidak bermadzhab, mereka para ulama, atau kita ?
dikesempatan ini, saya ingin membahas dalil-dalil mereka orang yang tidak setuju taklid dan selalu menggembor-gemborkan slogan kembali pada qur’an dan sunah padahal mereka masih sangat awam untuk memahami qur’an dan sunah.
Dalil ‘Naqli dari golongan yang mengharamkan taklid
1)
ـ قوله تعالى اتبعوا ما أنزل اليكم من ربكم ولا تتبعوا من دونه أولياء قليلا ما تذكرون
“ikutilah apa yang telah diturunkan padamu dari tuhanmu, dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya. karena akan sangan sedikit kalian mengambil pelajaran darinya“
2)
وقوله تعالى واذا قيل لهم اتبعوا ما أنزل الله قالوا بل نتبع ما ألفينا عليه آباءنا
” jIka dikatakan pada mereka, ikutilah apa yang telah diturunkan oleh tuhanmu, maka meeka berkata : tapi kami ikut apa yang telah disampaikan pemimpin-pemimpin kami “
3)
ـ قوله تعالى : ـ((اتخذواأحبارهم ورهبانهم أرباباً من دون الله
” mereka menjadikan pemimpin-pemimpin mereka sebagai penentu halal dan haram dari selain allah “
4)
ـ وقال تعالى ((فان تنازعتم في شيء فردوه الى الله والرسول ان كنتم تؤمنون بالله واليوم الآخر))
“jika kalian berselisih terhadap sesuatu, maka kembalikanlah pada allah dan rasulnya, jika memang kalian beriman padaNYa dan hari akhir “
Dalil ‘Aqli golongan yang mengharamkan taklid
Baca entri selengkapnya »