Arsip untuk Juli, 2008|Halaman arsip bulanan
Islam ku… Islam mu…
islamku…
islammu….
bukankah islam kita juga?
atau itu hanya islammu?dan bukan punyaku?
dan ini punyaku, bukan punyamu
kau bilang….kau yang benar!
dan aku yang salah!
sedang kawanku bilang…kami yang benar!
dan kamu yang salah!
aku hanya mengikuti apa yang benar menurut kata hatiku…
Tuhan…hanya dirimulah pemilik Kebenaran ini…
dimanakah kebenaranMU……????
Taqlid boleh tidak sih?
Ada seseorang terheran-heran dg pertanyaan yang selalu saya jawab dg “dalam madzhab ini…”, “dalam madzhab yang lain………”. kenapa tidak langsung ambilkan dari al-qur’an dan sunah saja ? betul…qur’an dan sunah adalah dalil utama..tapi yang jadi persoalan, sudah mampukah kita menafsiri qur’an sunah tanpa melihat pendapat ulama ? saya pribadi tidak mampu untuk mentarjih atau mengambil dan mengeluarkan suatu hukum dalam suatu hadis. itulah alasan saya selalu mengutip pendapat para imam madzhab yang sudah masyhur akan keilmuannya.
karena dalam satu ayat/hadis saja, kita bisa mengambil paling tidak tiga hukum dari hadis itu. Oleh karena itu, ulama-ulama besar sekalipun, mereka masih menyandang gelar kemadzhaban mereka. seperti ibnu qudamah ( madzhab hanbali ), imam nawawi ( madzhab syafi’i ), imam suyuthi ( madzhab syafi’i ), syekh bakhit muthi’i ( madzhab hanafi ), imam ibnu hajar al’asqalani ( madzhab syafi’i ) dan masih beribu-ribu ulama dg gelar madzhab mereka walaupun sudah pada tingkatan mujtahid ( fi al-madzhab ) sekalipun.
saya melihat, justru orang yang menolak madzhab menunjukkan akan keawaman mereka dalam ilmu agama. apakah mereka kira imam syafi’i bodoh akan ilmu hadis ? bodoh akan ilmu tafsir ? apakah mereka melihat imam nawawi – pengarang kitab majmu’ ( madzhab syafi’i ) yang didalamnya memuat beribu-ribu perkataan ulama ( seperti sudah diluar kepala ) bahkan sampai mentarjih – bodoh akan makna ayat/hadis ? apakah mereka melihat ibnu hajar pengarang syarah shahih bukhari yang digelari Al-hafidz ( orang yang hafal seratus ribu hadis ) dan digelari amirulmu’minin fi al-hadis tidak tahu akan derajat hadis ? Lebih pantas mana untuk mengaku tidak bermadzhab, mereka para ulama, atau kita ?
dikesempatan ini, saya ingin membahas dalil-dalil mereka orang yang tidak setuju taklid dan selalu menggembor-gemborkan slogan kembali pada qur’an dan sunah padahal mereka masih sangat awam untuk memahami qur’an dan sunah.
Dalil ‘Naqli dari golongan yang mengharamkan taklid
1)
ـ قوله تعالى اتبعوا ما أنزل اليكم من ربكم ولا تتبعوا من دونه أولياء قليلا ما تذكرون
“ikutilah apa yang telah diturunkan padamu dari tuhanmu, dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya. karena akan sangan sedikit kalian mengambil pelajaran darinya“
2)
وقوله تعالى واذا قيل لهم اتبعوا ما أنزل الله قالوا بل نتبع ما ألفينا عليه آباءنا
” jIka dikatakan pada mereka, ikutilah apa yang telah diturunkan oleh tuhanmu, maka meeka berkata : tapi kami ikut apa yang telah disampaikan pemimpin-pemimpin kami “
3)
ـ قوله تعالى : ـ((اتخذواأحبارهم ورهبانهم أرباباً من دون الله
” mereka menjadikan pemimpin-pemimpin mereka sebagai penentu halal dan haram dari selain allah “
4)
ـ وقال تعالى ((فان تنازعتم في شيء فردوه الى الله والرسول ان كنتم تؤمنون بالله واليوم الآخر))
“jika kalian berselisih terhadap sesuatu, maka kembalikanlah pada allah dan rasulnya, jika memang kalian beriman padaNYa dan hari akhir “
Dalil ‘Aqli golongan yang mengharamkan taklid
Baca selebihnya »
cantik … jangan diobral yah de…
untuk adeku, dan ade-ade yang lain
Ukhti…
Semua orang tahu…
Semua orang bisa lihat…
Yang punya mata normal pasti langsung sadar…
Ada wanita cantik tanpa cadar…
Punya wajah yang bersinar…
Dan senyum yang berbinar…
Ukhti…
Siapa yang tidak suka melihat kulitmu yang bersih?
Siapa yang tidak senang melihat lekuk tubuhmu yang menarik?
Siapa yang menolak melihat wajahmu yang cantik?
Semua orang mau dekat denganmu…
Semua orang ingin menyentuhmu…
Semua orang ingin memilikimu…
Tapi ukhti…
Ketahuilah…
Tak semua orang ingin kau miliki…
Tak semua orang ingin kau mintai pertanggungjawaban atasmu…
Tak semua orang ingin melindungimu…
Tapi aku…aku mau…
Ukhti…
Aku ingin melindungi cantikmu…
Aku mau menjaga dirimu…
Tapi bantulah aku untuk menjagamu…
Yaitu dengan ikut menjaga penampilanmu…
Ukhti…
Aku yakin engkau telah berulang kali mendengarkan ini
Mungkin engkau merasa bosan…
Tapi aku tak akan pernah bosan mengingatkanmu…
Ukhti…
Engkau bagaikan sebuah berlian
Berlian yang indah bersinar…
Banyak orang mengincarmu…
Mereka ingin merenggut sinar itu…
Tapi, Ukhti…
Ketahuilah, sebuah berlian…yang tak hidup itu…
Diberi pnejagaan berlapis-lapis…
Ia dikungkung dalam lemari baja…
Yang dilindungi oleh alarm…
Terali besi…lemari kaca…
Bahkan untuk sekedar melihat indahnya…
Seseorang harus melewati prosedur berbelit-belit
Ukhti…
Berlian itu hanya sebuah batu…
Sedangkan engkau?
Engkau manusia! Engkau hidup! Engkau indah!
Engkau adalah karya sempurna Sang Pemahat sejati
Dan engkau lebih pantas untuk dilindungi…
De…
Cantikmu jangan diobral…
Engkau tahu kan…barang obralan itu…
Mutunya rendah…
Harganya murah…
Seenaknya boleh dijamah…
Rusak tak mengapa…kotor bukan masalah…
Saudariku…
Cantikmu jangan diobral…
Simpan cantikmu untuk yang berhak memiliki…
Simpan cantikmu agar engkau makin cantik…
Dengan kesempurnaan aqidahmu…
Dengan kedalaman ilmumu…
Yang terpancar dari balik kerudung dan jilbabmu…
Simpanlah untuk orang yang bersedia menukarnya dengan surga…
Ya, Ukhti…
Hanya ditukar dengan akses bebas masuk surga…
Dari pintu mana saja yang engkau suka sajalah…
Kauberikan akses sepuasnya pada cantikmu…
Dan orang yang akan memberimu akses itu…
Pasti adalah orang yang tidak meminta “uang muka”…
Dari cantikmu…
Saudariku…
Cantikmu itu berharga…
Cantikmu itu karunia Allah…
Cantikmu itu amanah…
Engkaulah yang membuat cantikmu…
Menjadi pahala…
Atau fitnah…
Ukhti…
Jangan engkau anggap cantikmu itu murah…
Dunia dan seisinya tak mampu membayar cantikmu itu…
Pemahat terhebat di dunia ini pun tak mampu mengukir bentuk seindah dirimu…
Engkau adalah bidadari dunia…
Tapi…jangan mau hanya jadi bidadari di dunia saja…
Ayo…berusaha menjadi bidadari surga! Baca selebihnya »
Tanggapan (2)
Tanggapan (2)
Tanggapan (1)