JO.DOH

Tadi malam ada teman SMK yang sms. Seperti biasa, nanya kabar, pekerjaan, kuliah, tempat tinggal dan sebagainya. Mengingat dulu waktu masih SMK dia sering gonta-ganti pacar (maklum lah jemuran #eh) dan setelah beberapa tahun ini belum ada kabar ia menikah, maka muncullah rasa iseng kubertanya tentang status kelajangannya #tsah. Sekilas begini chit-chatnya via sms:

Sayah: Eh gimana ni kabarnya, kapan nyusul A (teman yang lain), dia kan udah punya 2 anak?
Dia : Yah gampanglah dev, ntar an aja
S: Loh kenapa emang? Belum mau nikah?
D: Mau sih, tapi gimana dev, orang dah takdirnya ginieh, aq agak lama membaca balasannya, tertarik dengan frase kalimatnya dia “dah takdirnya gini”
kubalas lagi smsnya
S: Takdir?Memang kenapa dengan takdir?Bukannya kamu sudah punya pacar sejak SMK?Kenapa tidak suruh dia melamarmu aja?
D: Iya sih sama si x (pacarnya) sudah lama, aq udah ditanyain mau nikah ato belum, tapi ya itu dev aq masih belum mau nikah.

krik krik krik…… mendadak semua sunyi, seperti ada yang menekan tombol pause kehidupan saat itu.

. . .
Lalu tadi pagi, aq melihat sebuah post di beranda facebookkuada yang bilang, “ga usah kawatir kalo kamu masih jomblo, Allah sedang mempersiapkan orang yang spesial untuk kita sekarang, karena ingatlah Allah telah menciptakan kita berpasang-pasangan”Keisenganku kumat, kuberi komentar di post tersebut, “aaaah so swiiit, eh kali aja dirimu ga tau kalo Allah udah ngirim orang spesial menurutNya untuk dirimu tapi kamu tolak”

Hehe, aq heran dengan teman SMK ku tersebut, dia ingin nikah, tapi waktu kutanya kenapa ga nikah-nikah katanya “ya udah takdirnya gini” padahal dia berpacaran dengan cowonya sudah sekian tahun lamanya. Namun pas cowonya meminangnya, dia ga mau dengan alasan belum siap. Sebenarnya, apa yang diinginkannya ya?

Jadi, sering kali kita menganggap atau mengeluh, bahkan menyalahkan takdir. Seperti halnya temanku tersebut, mungkin juga terjadi kepada dirimu, yang sedang mencari jodoh, pasangan, atau pendamping hidup. Mungkin dengan mencari sebuah ide untuk berpikir positif (kalau tidak mau saya bilang mencari pembenaran) bahwa Allah sedang menunda pertemuan kita dengan jodoh terbaik yang sudah Allah siapkan untuk kita. Sementara, mungkin sudah berkali-kali Alloh mengirimkan orang yang terbaik tersebut untuk kita, namun kita tolak. Baik karena personalnya orang tersebut tidak sesuai dengan “terbaik” yang menurut benak kita, wajahnya, atau ekonominya. Atau bisa jadi, orang tersebut selama ini sudah dekat dengan kita. Di samping kita, namun “makhluk sempurna” di benak kitalah yang membutakan kita. Atau mungkin pula, jika dirimu seorang wanita, orang tersebut sudah berniat (atau bahkan sudah) melamar dirimu, tapi dirimu menolaknya karena, kurang sreg di hati, karena dia begitu protektif, karena dia bla bla bla bla dengan berjuta alasanmu. Padahal, bisa jadi dirimu sendiri tidak yakin dengan alasan tersebut karena sudah terlalu dibutakan oleh angan-anganmu.

Memang benar, setiap orang mempunyai kriteria seorang sosok yang diidam-idamkan untuk menjadi pendamping hidupnya. Begitupula dengan saya. Namun alangkah bijaknya jika kriteria-kriteria tersebut tidak menyulitkan dan membelenggu dan menyulitkan kita untuk mendapatkan pendamping hidup.

Ada sebuah kalimat yang entah saya lupa dimana membacanya, namun cukup menarik, kira-kira begini kalimatnya “Pasangan sempurna itu ada 2, pertama, dia lahir ketika kita meninggal dunia, dan yang kedua dia meninggal dunia ketika kita baru lahir”. Lucu sih, tapi ya kemungkinan si benar, karena memang tidak ada manusia yang benar-benar sempurna seperti apa yang kita harapkan. Mungkin dia mempunyai beberapa hal baik yang kita harapkan, namun juga memiliki beberapa hal buruk yang tidak kita inginkan. Bukankah tinggal bagaimana kita menyikapinya?

3 comments so far

  1. Ila Rizky Nidiana on

    ihirrr… dirimu update blog menehh. aseegg :p

    ini kayaknya aku pernah liat tulisan ini deh.😀
    ada petikan quote kak donny kan ya?;)
    hmm, kalo jodoh emang misteri. trus gimana tau kalo dia jodoh kita?😉

    • dave on

      oooh iya yang petikan soal pasangan sempurnah, dulu dapet dari blognya kang dodol.

      eh, emang jodoh itu apa?😀
      nikahpun belum tentu jodoh, kan?apa orang yang menikah lalu itu adalah jodohnya?kalau cerai gimana?hehehe

  2. leeanel on

    “Bukankah tinggal bagaimana kita menyikapinya?”

    sudah punya “sikap” tho drimu skrg??? jadi kapan???? hahaha..^_^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: