Dendang Sang Malam

Baru sekarang segala nyanyian para pecinta terbangun
Jiwaku juga nyanyian seorang pecinta
Sesuatu yang tak terpuaskan, tak tertentramkan berdiam di diri
Sesuatu gairah akan cinta berdiam dalam diri
Ia sendiri bicara bahasa cinta

Kemana sinarnya airmata
Serta halus bulu kalbuku?
Wahai kesendirian semua pemberi
Wahai kebisuan semua pemberi terang

Wahai kaum gelap, wahai para kaum nokturnal
Kalian yang pertama mencipta hangat dari terang
Kalian yang pertama mereguk susu dan nikmat dari puting cahaya

Adalah malam
Ah, mengapa aku harus jadi cahaya
Harus hauskan malam
Harus jadi kesendirian!

Kini~
Sendiri dengan diri sendiri
Dua diri dalam kesadaran sendiri
Di tengah ratusan cermin palsu pada diri sendiri,
gamang,
Di tengah ratusan kenangan,
Lelah di tiap luka
gigil di tiap kedinginan,
Tercekik pada tali sendiri

Aku ngeri
Akan kedalaman malam
Sang dosa
Dan enggan kuberpaling
Tak sanggup abaikanMu
di malam seram ngeri,
Aku menatapMu, harus merengkuhMu

Begitu lembut Engkau
Setia, pengasih
Maha Penyayang
Kabulkan hasratku,
Sanggupkan cita pikirku
Tenggelam dalam
Ke kedalmaan cintaMu, biar erat terpagut padaMu

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: