Hari yang keras kawan!

1000402012. 10.30am Genteng Wetan

Kelaperan, kepanasan, kaospun kebasahan karena dari tadi sudah keringetan. Pertemuan dengan teman-teman SMKpun terpaksa digagalkan, karena dia punya kerjaan yang belum diselesaikan. Teman satunya, mengurungkan niatnya untuk bertemu, karena dia berasalan lupa membawa pembalut! Padahal dia cowok lho, kawan! Tapi sejak dulu sih memang sifatnya agak kecewek-cewekan. Jadi ya… harap kawan-kawan memaklumkan.

Akhirnya aku memutuskan ke salah satu mall saja dekat terminal, hanya satu tujuanku, mendinginkan badan! Tapi tak menutup kemungkinan juga, untuk membiarkan mata jelalatan #eh. Sekitar sepuluh menitan di mall, tak ada tanda-tanda orang yang pas kuajak kenalan, apalagi buat canda-candaan. Harap dimaklumkan lagi, beginilah nasib seorang jomblowan kesana-kesini mencari pasangan, kali aja dapet tumpangan pulang. Kan lumayan gratisan 😛

Muadzin sudah mengumandangkan adzan, buru-buru aku ke mesjid untuk dhuhuran, dilanjut beberapa saat tiduran, untuk sekedar meluruskan badan. Setelah dikira cukup untuk rebahan, aku menuju terminal. Berharap ada kenalan, atau para mantan (sok iye dikit yeh 😛 ) biar bisa pulang gratisan, maksudnya ya dapet tumpangan. Namun baik orang yang ditunggu ataupun si bis belum datang juga, sampai kaosku kebasahan lagi gara-gara aku keringetan. Aku heran, kenapa panas sekali yah? Padahal disini bukan Surabaya, ini Genteng Wetan! Daripada jenuh sendiri akhirnya aku ngemil permen karet saja, ingat, bukan menyan!

Berdesakkan, keringetan, gelantungan, pun ngantuk yang tak tertahankan, karena dari semalem belum tidur sama sekali, kawan. Dalam kondisi seperti ini aku mensugesti diriku jangan sampai ketiduran, apalagi pingsan! Selain akan merepotkan orang, bisa-bisa aku kecopetan! Karena di negara kita ini, orang susah cari makan, apalagi pendidikan. Jadi rasa tepo seliro, tolong menolong, murah senyum dan segala yang diajarkan di dasa dharma pramuka, trisatya dan PMP (Pendidikan Moral Pancasila) atau yang sekarang disebut Pendidikan Kewarganegaraan itu sudah mulai hilang, kawan. Walaupun masih banyak yang memiliki budi pekerti di Indonesia tercinta ini, tapi sudah banyak pula orang licik yang curi-curi.

Tersebutlah aku saat itu sedang berdiri -tapi tak gelantungan- diantara bebauan minyak nyong-nyong, minyak rambut tanco, ayam dsb yang sudah bercampur aduk tak karuan. Ini kepala sudah kleyengan, pengen rasanya tiduran, tapi kan aku harus tetap menjaga kesadaran diantara orang-orang yang berdesakkan. Lagian kalau tiduran saat itu, pastilah aku tertidur berdiri, karena sudah tak ada ruang untuk berbaring lagi. Lagian, kan ga lucu tidur berdiri, atau pingsan berdiri!

Akhirnya, setelah melalui 999 rintangan, dan 1000 cobaan #kerasakti aku mendapatkan tempat duduk juga, karena sudah banyak yang turun di halte sebelumnya. Aku mencoba agar tetap tidak ketiduran, karena beberapa km lagi aku sampai tujuan. Ah apa daya aku seorang manusia biasa, yang tak punya daya apa-apa. Kalau kata Fachreza dalam nasyidnya yang berjudul Khilaf “Aku lemah lemah lemah dan tiada berdaya. Aku khilaf khilaf khilaf karena ku manusia” kenapa kawan? Yak benar! aku sukses ketiduran dan pulas! Sehingga aku kebabalasan!!! -_______-!

Sudah yah! Aku mau tiduran, semoga besok ga telat subuhan

Advertisements

3 comments so far

  1. rikadwiswara on

    another place that i dont know…kata-katanya banyak akhiran -an, apa perasaanku aja?

    • dave on

      sengaja 😀

  2. inmybrainmyhead on

    [sebenernya] kata kata mu asik vid. tapi pegel baca akhiran an ne wakeh. ide yang unik juga. kalo dibuat ke syair lebih cocok kali ya. [lawas].


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: